Coca-Cola Ungkapkan Sisi Unik di Balik Contour Bottle

Mengawali tahun 2012, Coca-Cola kembali menyapa konsumennya dengan program baru bertemakan Romancing the Coca-Cola’s Iconic Contour Bottle.

Mengawali tahun 2012, Coca-Cola kembali menyapa konsumennya dengan program baru bertemakan Romancing the Coca-Cola’s Iconic Contour Bottle. Program ini didesain untuk mengajak para konsumen untuk kembali mengingat serta merayakan keunikan dari contour bottle Coca-Cola dengan segala cerita unik dan perjalanannya menjadi sebuah ikon lintas generasi. Melaluinya Coca-Cola akan mengadakan serangkaian komunikasi serta aktivasi konsumen yang sengaja dihadirkan untuk memfasilitasi konsumen agar dapat menikmati berbagai sisi unik lainnya dalam mengonsumsi Coca-Cola melalui contour bottle-nya yang ikonik dan mendunia.

Amelia Nasution, Marketing Manager Sparkling Coca-Cola Indonesia menjelaskan, “Contour bottle telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam perjalanan Coca-Cola hingga menjadi sebuah ikon global selama lebih dari 125 tahun. Lebih dari itu, ikon contour bottle Coca-Cola dengan bentuknya yang khas ini telah diterima hampir di seluruh dunia serta menjadi bagian dari berbagai momen di berbagai generasi. Ia adalah ikon dari Coca-Cola dan kami ingin mengajak para konsumen untuk kembali merayakan serta menikmati Coca-Cola dari botol gelas berkonturnya yang ikonik ini.”

‘Ikon Global dengan bentuk yang khas’
Kesuksesan besar serta pertumbuhan Coca-Cola pada awal diciptakannya telah memicu para kompetitor untuk mencoba menirunya dengan menawarkan berbagai botol dengan merek dan bentuk logo yang mirip dengan Coca-Cola. Bekerja bersama dengan mitra pembotolannya, The Coca-Cola Company mencoba menghadirkan desain botol yang sangat khas, yang bahkan bisa dikenali orang hanya dengan menyentuhnya, bahkan tanpa melihat. Alexander Samuelson dari the Root Glass Company di Indiana adalah orang yang mendesain bentuk khas ini, yang kemudian dipatenkan pada 16 November 1915. Botol itu lalu mengalami beberapa kali modifikasi untuk kemudian diproduksi secara meluas sejak 1916. Contur bottle inilah yang sejak itu dipakai oleh The Coca-Cola Company selama 40 tahun, hingga ukuran kemasan king-size di perkenalkan di tahun 1955. Hingga saat ini, bentuk kontur botol Coca-Cola yang khas ini masih merupakan salah satu botol yang paling terkenal di seluruh dunia.

Setidaknya ada lima sensor dalam tubuh yang terpicu dari mengonsumsi Coca-Cola dari kemasan contour bottle; mulai dari melihat bentuknya yang unik; menyentuh konturnya sehingga dapat langsung merasakan lekukan botol serta suhunya yang dingin; mendengar suara letupan tutup botol dan desis soda saat dibuka; mencium aroma karamel dari Coca-Cola; hingga akhirnya merasakan kenikmatan dan kesegaran rasa Coca-Cola. Itulah kenikmatan meminum Coca-Cola yang sesungguhnya.

Sebagai merek yang telah dikenal di dunia selama lebih dari 125 tahun dan di Indonesia lebih dari 80 tahun, Coca-Cola senantiasa memperbaharui tema komunikasinya agar tetap segar dan relevan dalam memperkuat proposisinya diantara konsumen. Ayo, terus segarkan semangatmu bersama Coca-Cola!