Amatil Bantu Wujudkan Mimpi Anak Bangsa Lewat Sepak Bola

Muhammad Fahriza, 11 tahun, selalu bermimpi untuk menjadi bagian dari tim sepak bola nasional Indonesia.

Muhammad Fahriza, 11 tahun, selalu bermimpi untuk menjadi bagian dari tim sepak bola nasional Indonesia. Duduk di bangku kelas 6 SD di kota Medan, Fahriza mengaku sudah suka dengan permainan ini sejak masih di bangku kelas 3. “Saya ingin menjadi seperti Messi,” ujarnya.

Begitu juga dengan Ricky Arvidiansyah, siswa kelas 1 SMA Sinar Husni. Penggemar berat pemain PSMS Medan Louis Pena ini juga mengaku sudah bermain sepak bola sejak kelas 6 SD, dan mimpinya tak jauh dari ingin bermain untuk tim nasional. “Sepak bola tak cuma lagi sekadar hobi buat saya,” tuturnya, “Saya sudah sering ikut turnamen.”

Fahriza dan Ricky adalah dua dari 300 anak yang mengambil bagian dari COKE KICKS ― Grass Root Soccer Development Program yang diadakan oleh Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI) pada tanggal 17-18 Maret lalu di Medan. Sebagai perusahaan minuman yang mendukung gaya hidup aktif dan sehat di kalangan anak muda, Coke Kicks adalah komitmen CCAI untuk tunas muda bangsa yang ingin mengasah talentanya dalam sepak bola.

“Melalui Coke Kicks, kami berharap anak-anak dari komunitas lokal di sekitar pabrik kami seperti Fahriza dan Ricky ini bisa merasakan bagaimana rasanya dilatih oleh pelatih sepak bola yang profesional dan berpengalaman,” tutur Mita Evianti, Regional Corporate Affairs Manager CCAI-West Islands. “Karena anak-anak ini tidak bisa ke Jakarta, maka kami berinisiatif untuk membawa pelatihnya ke sini.”

Di kota Medan, CCAI menggandeng para pelatih dari Asian Soccer Association (ASA) Foundation, yang telah berpengalaman lebih dari delapan tahun untuk memberikan pelatihan kepada anak-anak dan pelatihnya tentang kualitas yang dibutuhkan oleh seorang pemain sepak bola profesional. Lee Hawkins, ASA Director, mengungkapkan, “Kami tak hanya mengajarkan sepak bola secara teknis, tapi juga life skill yang dibutuhkan untuk menjadi pemain sepak bola yang sesungguhnya.” Dan bekerjasama dengan KELME, setiap peserta Coke Kicks mendapatkan lima paket perangkat sepak bola dari CCAI termasuk seragam bermerek KELME.
 
Pelatihan yang berlangsung selama dua hari ini juga mengadakan sesi “Train the Trainer”, di mana tak hanya anak-anak yang mendapat pelatihan menjadi sepak bola profesional, tapi juga para pelatih mereka yang dibekali dengan ilmu untuk memberikan pelatihan yang lebih matang. “Program kami ini didesain untuk mengasah talenta-talenta muda olahraga yang tersebar di seluruh Indonesia. Tak hanya bagi anak-anak, Coke Kicks adalah kesempatan yang harus dimanfaatkan untuk membantu para pelatih-pelatih lokal, karena mereka memegang peran penting dalam mewujudkan pesepakbolaan nasional yang lebih berkualitas di masa mendatang,” tutur Mita.
     
Coke Kicks dilaksanakan secara nasional mulai dari bulan Februari hingga Juni 2012 di lebih dari 20 provinsi di Indonesia. Setelah Medan, Coke Kicks akan berlanjut ke Aceh (Langsa), Riau, Lampung, Balikpapan, Padang, Palembang, Bali, Lombok, Makassar, Ternate, Ambon, dan Papua. “Saya senang sekali bisa ikut Coke Kicks,” kata Ricky, “Sudah dapat baju bola gratis, saya juga bisa merasakan pertandingan yang sangat seru!”