Berani Ambil Langkah Kecil Untuk Perubahan

“Siapapun bisa menciptakan perubahan. Pertanyaannya, berani atau tidak?” tutur Pandji Pragiwaksono di talk show peluncuran kemasan baru air minum ADES di EX Mal, Jakarta.

“Siapapun bisa menciptakan perubahan. Pertanyaannya, berani atau tidak?” tutur Pandji Pragiwaksono di talk show peluncuran kemasan baru air minum ADES di EX Mal, Jakarta. Pandji, seorang pembawa acara yang juga populer sebagai penggagas gerakan ‘Indonesia Unite’, adalah salah satu pemuda yang menginspirasi dalam talk show bertajuk “Langkah Kecil Memberikan Perubahan” bersama dua pembicara lainnya, Shafiq Pontoh dan Umen.

Shafiq Pontoh, pendiri gerakan ‘Indonesia Berkebun’, menanggapi pernyataan Pandji, “Hidup ini sudah berat. Maka kita harus mencoba membuat perubahan dengan cara yang menyenangkan,” katanya. Shafiq pertama menggagas ‘Indonesia Berkebun’ dua tahun lalu bersama arsitek ternama bangsa, Ridwan Kamil. “Awalnya karena saya merasa kalau harga sayuran itu mahal. Maka saya berpikir, ‘Kenapa saya tidak menanamnya sendiri?’ Akhirnya saya iseng mengajak beberapa teman untuk mencari lahan terbengkalai di sekitar tempat tinggal, kemudian menanam tanaman yang bisa dipanen. Kami pun mulai sharing foto-foto hasil panen di media jejaring sosial, dan lama-lama, komunitas ‘Indonesia Berkebun’ ini jadi semakin banyak, bahkan sekarang komunitasnya sudah mencapai hingga sekitar 20 kota di seluruh Indonesia.”

Lain lagi dengan Umen, pemenang kompetisi “Berani Mengubah” yang diadakan oleh Coca-Cola akhir tahun lalu. Ide ‘Operasi Semut’ yang digagasnya berhasil mengalahkan 600 kandidat lain, padahal idenya sangat sederhana, yaitu mengajak teman-temannya untuk memungut sampah sambil bermain musik. “Anak-anak muda itu suka sesuatu yang ‘keren’, makanya saya berpikir keras bagaimana agar aksi buang sampah itu ‘keren’. Akhirnya tercetuslah ide untuk melakukannya sambil bermusik,” cerita pria yang pada bulan Maret lalu mengumpulkan anak muda lainnya untuk memungut sampah dari Bundaran HI hingga Tugu Monas.

Pandji, Shafiq, dan Umen adalah tiga contoh sederhana dari komitmen anak muda bangsa yang berani bertindak untuk menciptakan sebuah perubahan. Maka itulah, Coca-Cola menggandeng mereka saat peluncuran kemasan baru air minum ADES. Dengan kemasan yang ‘hijau’, ADES mengurangi penggunaan plastik pada botol kemasan hingga 8% dan di saat yang sama, ADES juga memperkenalkan ritual yang baru dalam menikmati minuman dalam kemasan plastik; Pilih, Minum, Remukkan. Dengan cara ini, konsumen diberikan kesempatan untuk turut mengambil langkah kecil yang mendatangkan perubahan, karena botol plastik yang telah diremukkan setelah diminum bisa memberikan lebih banyak ruang di tempat sampah.

“Kadang ide yang sepele, jika dilakukan bersama-sama dan tidak pelit untuk dibagi kepada orang lain, akan membawa manfaat yang besar,” kata Pandji, “Semua perubahan di dunia ini dimulai dari kelompok kecil yang ingin sekali melihat perubahan terjadi. Kesulitan pasti ada, tapi dengan keinginan yang kuat, tujuan itu pasti tercapai.”

“Satu pesan dari saya untuk membuat perubahan adalah dengan menemukan satu hal yang paling mengganjal di hati Anda. Apa yang membuat Anda merasa kesal? Apa yang rasanya salah? Mulailah dari mengubah hal tersebut,” tutup Shafiq.