Juara Surfing Dunia Jual Papan Selancar Untuk Bantu Bersihkan Bali

Setelah mengungkapkan kekecewaannya terhadap masalah kebersihan pantai Bali melalui akun jejaring sosial Twitter, atlet selancar nomor satu dunia, Kelly Slater, tergerak untuk mendedikasikan waktu dan uangnya untuk membantu menyelamatkan pulau Dewata.

Setelah mengungkapkan kekecewaannya terhadap masalah kebersihan pantai Bali melalui akun jejaring sosial Twitter, atlet selancar nomor satu dunia, Kelly Slater, tergerak untuk mendedikasikan waktu dan uangnya untuk membantu menyelamatkan pulau Dewata.
 
Tanggal 23 April lalu, Slater menulis di akun Twitter-nya tentang kondisi pulau Bali ini, yang tak hanya mencapai kurang lebih 200,000 follower, tapi juga banyak menarik atensi media internasional, terutama di Australia sebagai “pasar turis” nomor satu yang dimiliki Bali. Saat itu Slater tengah berada di Bali untuk berselancar dalam rangkaian ASP World Tour, dan terkejut saat melihat banyaknya sampah terapung di dalam laut dan di pinggiran pantai Bali yang dulunya sangat bersih.
 
Maka dalam usahanya untuk menarik perhatian publik dan mendorong terwujudnya aksi nyata, Slater memberikan salah satu papan selancarnya untuk dilelang, yang mana Slater akan menyumbangkan uang dengan jumlah yang sama dari hasil terakhir lelang tersebut. Tak sampai situ saja, Slater juga berkomitmen untuk menjadi motivator bagi para peselancar dan turis Bali lainnya untuk bersama-sama membantu membebaskan Bali dari pencemaran. Quiksilver Indonesia telah membuka lelang papan selancar ini melalui situs Ebay di http://bit.ly/JOWemQ.
 
“Apa pun cara yang bisa saya lakukan untuk membantu, setidaknya mengedukasi dan membangunkan kesadaran orang-orang untuk membawa perubahan ke pulau Bali, akan saya lakukan dengan senang hati,” tutur Slater. “Memberikan papan selancar itu memang simpel, tapi mendedikasikan waktu saya untuk hal ini adalah sesuatu yang membuat saya merasa lebih baik. Papan selancar ini adalah langkah awal, dan berapapun hasil lelang yang didapat, saya akan mendonasikan uang saya sendiri dengan jumlah yang sama.”
 
Slater juga menambahkan, “Saya rasa ini bukan hanya tentang komunitas selancar, karena ada beberapa aspek infrastruktur yang mesti dibereskan, dan kita sebagai turis harus melakukan sesuatu dengan sampah-sampah yang kita tinggalkan, dan bukan hanya meletakkannya di dalam laut. Kalau Anda melangkah di pantai tanpa mengenakan alas kaki, Anda akan sadar kalau ada jarum, sampah, puing, dan bahkan sampah obat-obatan. Ini memang menjadi masalah untuk orang yang suka berlibur ke Bali, tapi ini adalah masalah yang lebih besar bagi orang yang tinggal di Bali. Menurut saya, masalah ini sangat penting.”
 
Uang yang dikumpulkan dari lelang akan diberikan kepada ROLE Foundation, sebuah organisasi non-profit yang bergerak dalam bidang lingkungan hidup yang telah lama menggalakkan proyek penyelamatan lingkungan untuk mengurangi dan mengatasi polusi yang terus-menerus merusak Bali.
 
Michael O’Leary dari ROLE Foundation sangat bahagia mendengar kabar ini. “Kami sangat gembira dan berterima kasih, karena donasi ini akan sangat membantu dalam perwujudan proyek-proyek kami. Kami sangat berterimakasih untuk semua dukungan dan kesadaran yang akan tercipta dari aksi Kelly Slater, karena Bali membutuhkan bantuan dan aksi nyata sekarang juga!”
 
O’Leary juga mengatakan kalau laut, pantai, sungai, dan terumbu karang di pulau Bali tengah terancam oleh kurang lebih 5,000 ton sampah yang setiap hari dibuang secara ilegal, sebagai akibat dari minimnya infrastruktur dan manajemen sampah yang terstruktur. Semua sampah-sampah ini akhirnya terbuang ke sungai dan laut yang mengitari Bali, menghancurkan terumbu karang, dan membunuh ekosistem laut. “Beberapa perusahaan seperti Coca-Cola Amatil Indonesia dan Quiksilver Indonesia telah mencoba membantu lewat program-program CSR mereka seperti “Bali Beach Clean Up”. Tapi masih banyak pelaku bisnis di pulau Bali yang perlu mengikuti jejak mereka, atau semua ini akan terbuang sia-sia. Ini saatnya untuk memberi kembali untuk Bali,” tuturnya.
 
Sejak tahun 2008, Quiksilver dan Coca-Cola Amatil Indonesia telah bekerjasama untuk mencoba mengurangi masalah sampah di pantai-pantai Bali, pencemaran air yang terus meningkat, dan menyelamatkan penyu yang nyaris punah. Lebih dari $200,000 USD setiap tahunnya telah diberikan lewat program-program ini untuk membersihkan pantai dan sumber air, termasuk dengan mendirikan fasilitas konservasi penyu laut di pantai Kuta (Kuta Beach Sea Turtle Conservation).
 
Maka untuk kedua kalinya, pada tanggal 6 Juli tahun ini, Coca-Cola Amatil Indonesia dan Quiksilver akan mengadakan “Bali Big Eco Weekend” di pantai Kuta. Menurut Holly Monkman, Quiksilver Marketing Executive for SEA, “Ini akan menjadi kesempatan baik bagi kami untuk berbicara langsung kepada gubernur Bali I Made Mangku Pastika, Menteri Pariwisata dan Kreatif Ekonomi Indonesia Mari Elka Pangestu dan Menteri Lingkungan Hidup Indonesia Balthasar Kambuaya. Tujuan kami mengadakan ‘Bali Big Eco Weekend 2012’ ini adalah untuk mengumpulkan pemilik-pemilik bisnis di Pulau Bali, dan meningkatkan kesadaran masyarakat luas untuk bersama-sama menyelamatkan pulau yang telah menjadi ‘wajah’ bagi Indonesia ini. Karena untuk mewujudkan sebuah perubahan besar, kita perlu bekerja bersama-sama.”