Bali's Big Eco Weekend 2012

Memberikan Kesempatan Bagi Semua Orang Ikut Membersihkan Pantai-Pantai Bali

Mulai dari deretan top manajemen hingga para tokoh legendaris selancar dunia, semua turut berpartisipasi dalam acara Bali’s Big Eco Weekend dan membantu membersihkan pantai-pantai di Bali. Hari ini, di Pantai Kuta, perusahaan penggagas, Coca-Cola Amatil Indonesia dan Quiksilver secara resmi membuka festival lingkungan terbesar tahun ini dengan menghadirkan Gubernur Bali, Made Mangku Pastika, dan perusahaan yang menjadi sponsor utama acara ini, Garuda Indonesia. Dalam press conference yang diselenggarakan setelah acara Pelepasan Penyu di Pusat Konservasi Penyu di Pantai Kuta, dua perusahaan penggagas mengungkapkan rasa terima kasih atas kontribusi terbesar yang diberikan maskapai penerbangan nomor satu di Indonesia tahun ini: Dua unit pembersih pantai, “Barber Surf Rake,” yang dapat mengangkut sampah dalam jumlah besar secara instan.

“Sekitar pertengahan Juni, kami mengadakan pertemuan langsung dengan Bapak Emirsyah Satar, dan kami membicarakan bagaimana caranya kami bisa melakukan lebih banyak untuk pulau paling berharga di negara ini. Kami menunjukkan kepada beliau apa yang mampu dilakukan unit pembersih pantai ini, dan beliau dengan segera menyatakan keikutsertaannya,” tutur Bruce Waterfield, Business Services Director Coca-Cola Amatil Indonesia. “Coca-Cola Amatil Indonesia dan Quiksilver telah menjalankan program „Bali Beach Clean Up’ sejak tahun 2008, namun tahun ini kami membuka kesempatan bagi para industri dan individu yang ingin ikut membantu membersihkan pantai-pantai di Bali. Garuda Indonesia, Hard Rock Hotel & Café, dengan segera menunjukkan komitmen mereka untuk bergabung bersama kami,” tambah Waterfield.

Selain menyelenggarakan Bali Clean and Green Forum seperti tahun lalu, acara Bali’s Big Eco Weekend di tahun keduanya diselenggarakan dengan tujuan memberikan bantuan dalam bentuk nyata bagi Bandesa Adat Kuta, Legian, Jimbaran, Seminyak, dan Kedonganan. Kemarin, tepatnya pada tanggal 6 Juli 2012, turnamen golf diselenggarakan di Pan Pacific Nirwana Bali Resort. Turnamen ini diikuti oleh para industri dan pebisnis yang ingin mengayunkan tongkat golf mereka untuk membuat perubahan. Turnamen tersebut kemudian diikuti oleh acara lelang, memberi kesempatan bagi para pemain mendonasikan berapa pun uang yang mereka miliki dan membantu program Bali’s Beach Clean Up.

“Kami berkomitmen untuk menjalankan program ini setiap hari, tapi tantangan untuk membersihkan pantai tidak menjadi semakin mudah setiap harinya. Itu sebabnya kami tidak bisa mengatasi masalah ini sendirian, kami membutuhkan komitmen yang lebih besar dari pihak-pihak lain untuk ikut terlibat. Untuk menciptakan perubahan positif bagi pulau yang sangat spesial ini, kita semua perlu bekerja bersama-sama,” jelas Paul Hutson, CEO Quiksilver South East Asia.

Bukan hanya lewat golf, Kelly Slater, juara selancar dunia 11 kali yang juga merupakan juara selancar dunia saat ini, ikut bergabung dan membantu menjaga kebersihan Bali dengan cara menyumbangkan papan selancarnya. Tanggal 23 April lalu, Slater menulis beberapa pesan lewat akun Twitter-nya, mengungkapkan rasa prihatin atas masalah polusi yang semakin mencemari Bali. Pesan tersebut bukan hanya dibaca oleh nyaris 200.000 followers Slater di Twitter, tapi juga sukses menarik perhatian ratusan ribu orang lainnya, terutama mereka yang bergerak dalam industri selancar, termasuk media internasional, terutama di Australia, negara yang menjadi pemasok terbesar turis di Bali. Akhirnya, Slater menawarkan salah satu papan selancarnya untuk dilelang di situs eBay, di mana hasil terakhir lelang tersebut akan ia tambahkan dengan jumlah serupa.

Dalam wawancaranya, Slater mengatakan, “Saya rasa masalah ini tak hanya mempengaruhi komunitas selancar, karena sudah jelas kalau ada masalah infrastruktur yang harus dibenahi di Bali. Kita semua harus melakukan sesuatu dengan sampah-sampah tersebut, dan bukan hanya membuangnya ke laut. Kalau Anda berjalan telanjang kaki di atas pasir, Anda mungkin bisa menginjak jarum, sampah, berbagai macam rongsokan, bahkan sampah medis. Ya, ini masalah bagi semua orang yang suka berlibur di Bali, dan juga semua yang mencintai Bali. Ini adalah masalah besar bagi orang-orang yang tinggal di Bali. Ini adalah isu yang sangat penting.”

Mengingat seriusnya kebutuhan untuk membersihkan pantai-pantai Bali, baik turis lokal maupun internasional bergabung bersama-sama dalam berbagai aktivitas eco-fun di tepi pantai, mulai dari kompetisi selancar untuk anak-anak usia di bawah 16 tahun „King of the Groms,‟ sepak bola pinggir pantai (Coke Kicks), sampai aksi mengecat tong sampah. Acara puncak hari ini tentu saja pelepasan bayi penyu di mana ratusan bayi penyu dilepaskan dan dikembalikan ke laut oleh para partisipan yang sedang berada di Bali pada akhir minggu ini. Jumlah telor penyu yang berhasil diselamatkan dan dikumpulkan selama masa inkubasi 45 hari terus meningkat sejak program Bali’s Beach Clean Up pertama kali diadakan.

Besok pagi, tepatnya pada hari Minggu, 8 Juli 2012, ‘Big Bali Beach Clean Up’ akan diselenggarakan di lima pantai utama Bali, Jimbaran, Kedonganan, Kuta, Legian, dan Seminyak. Di sana, ribuan penduduk lokal dan turis bisa datang dan membantu membersihkan lebih dari 9 kilometer garis pantai, dibantu dengan traktor, truk, dan alat-alat lain yang memang biasanya digunakan dalam program „Bali’s Beach Clean Up‟. Siang hari, pengunjung bisa menikmati kompetisi selancar Locals vs Legends dan berkesempatan bertemu dan bercakap-cakap dengan para atlet selancar legendaris seperti Mark Richards, Tom Carroll, Martin Potter, Matt Hoy, dan Jake Paterson yang akan berkompetisi melawan atlet selancar lokal, Tipi Jabrik dan Dede Suryana. Dan akhirnya, pesta penutupan akan dimeriahkan oleh penyanyi rock Australian, Phil Jamieson „Grinspoon‟ dan diselenggarakan di Sand Island, Hard Rock Hotel. Mari ikut serta, dan sumbangkan biaya masuk Rp100.000,- yang berarti kita ikut berkontribusi langsung dalam program Bali’s Beach Clean Up.