CCAI Dan East Bali Poverty Project Optimalkan Program Water for Life

Lebih dari 1500 kepala keluarga di Bali Timur akan terus mendapatkan akses kepada air bersih melalui program Water for Life sebagai hasil kemitraan Coca-Cola Amatil Indonesia dan East Bali Poverty Project.

Lebih dari 1500 kepala keluarga di Bali Timur akan terus mendapatkan akses kepada air bersih melalui program Water for Life sebagai hasil kemitraan Coca-Cola Amatil Indonesia dan East Bali Poverty Project. Program ini telah didukung oleh Coca-Cola Amatil Indonesia sejak tahun 2008 dengan memberikan bantuan air bersih kepada masyarakat di Karangasem, Bali Timur. “Program Water for Life sesuai dengan  komitmen kami yang tercantum dalam salah satu pilar Corporate Social Responsibility CCAI yaitu Community, CCAI berkomitmen untuk membangun masyarakat yang berkelanjutan dengan berbagai program yang bertujuan untuk mengembangkan perekonomian, meningkatkan kualitas hidup, dan menciptakan berbagai peluang serta kesempatan,” demikian Wanda Harahap, National Corporate Affairs Manager CCAI mengungkapkan.
 
David Booth, pendiri EBPP, organisasi yang memfokuskan programnya pada pengembangan diri masyarakat dalam bidang pertanian, pendidikan, lingkungan, kesehatan, dan infrastruktur, menambahkan, “Ketika EBPP pertama kali berdiri pada tahun 1998, 40-60% anak-anak di Karangasem sakit karena kurangnya nutrisi dan sanitasi buruk. Dengan memberikan air bersih, kami mengajar masyarakat mengenai pentingnya mandi, mencuci tangan, dan minum air bersih. Ke depan, bersama CCAI, kami berharap dapat memberikan lebih banyak akses air bersih kepada masyarakat yang tinggal di 7 desa di Karangasem dengan harapan dapat meningkatkan kualitas hidup mereka.”
 
Selama hampir 5 tahun, dengan menggunakan 4 truk pengangkut air, CCAI menyumbangkan 8,000 liter air/hari ke Karangasem. “Kekurangan air bersih dapat menimbulkan berbagai macam masalah. Karena lokasinya yang berada di pegunungan dan sulitnya akses menuju ke sana, masyarakat Bali Timur sering kali mengalami kesulitan dalam memperoleh air bersih. Bahkan, saat musim kemarau tiba, air bersih menjadi barang yang sangat mahal bagi mereka. Mereka harus mengeluarkan antara Rp150.000-250.000/5.000 liter untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Karena itulah, CCAI merasa sangat senang bisa bekerja sama dengan EBPP untuk membantu memenuhi kebutuhan air masyarat Bali Timur,” ungkap Wanda Harahap menutup pembicaraan.