Coca-Cola Amatil Indonesia Targetkan Tanam 20,000 Pohon per Bulan di Jawa Barat

Melanjuti keberhasilan Coca-Cola Forest Lampung yang diperkenalkan pada tahun 2014 lalu, Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI) meresmikan program Coca-Cola Forest Bandung pada hari Rabu (2/12).

Melanjuti keberhasilan Coca-Cola Forest Lampung yang diperkenalkan pada tahun 2014 lalu, Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI) meresmikan program Coca-Cola Forest Bandung pada hari Rabu (2/12). Melalui Coca-Cola Forest Bandung, CCAI bekerja sama dengan pemerintah lokal dan masyarakat setempat untuk melakukan program perawatan pohon dan menanam hingga 20.000 pohon per bulan di kawasan konservasi air kawasan Jawa Barat.

Peresmian Coca-Cola Forest Bandung dihadiri oleh Presiden Direktur CCAI Kadir Gunduz, bersama dengan tim manajemen CCAI; Sekretaris Daerah Sumedang Zaenal Alimin; Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah Jawa Barat Anang Sudarna, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Barat Sulistyo Pudjo Hartono, dan beberapa tokoh masyarakat dari Kabupaten Cimanggung. Pada acara peresmian tersebut, CCAI memberikan donasi pohon pertamanya kepada Karang Taruna Desa Sindulang. Pohon-pohon ini akan ditanam di Gunung Masigit Kareumbi di Kabupaten Sumedang yang mengalami kerusakan akibat kebakaran di bulan Oktober lalu.

"Air adalah jantung dari bisnis kami, dan pengelolaan air merupakan prioritas untuk CCAI. Melalui program Coca-Cola Forest Bandung, yang dijalankan dengan dukungan pemerintah dan masyarakat setempat, kami akan menanam pohon di kawasan resapan air. Inisiatif ini diharapkan dapat membantu menstabilkan pasokan air, tidak hanya untuk pabrik kami namun juga untuk daerah sekitarnya, untuk hari ini dan masa depan," ujar Kadir Gunduz, Presiden Direktur CCAI. "Bersama dengan berbagai inisiatif berkelanjutan lain yang kami jalankan, program Coca-Cola Forest merupakan perwujudan komitmen kami untuk tumbuh bersama dengan daerah di mana kami beroperasi sebagai bisnis yang bertanggung jawab."

Dengan konsep dasar perawatan-pohon, Coca-Cola Forest Bandung akan menumbuhkan bibit pohon hingga mereka cukup kuat untuk dipindahkan, sampai berusia lebih dari 6 bulan, ke daerah-daerah konservasi air terpilih. Seleksi area dan proses transfer akan dijalankan dengan kolaborasi erat antara CCAI dengan beberapa kelompok kepentingan dari pemerintah, masyarakat, serta asosiasi.

Coca-Cola Forest Bandung juga akan menjalankan dengan berbagai kegiatan lain seperti daur ulang botol plastik menjadi wadah pohon, dan konversi limbah manufaktur Frestea menjadi pupuk kompos. Lima orang anggota masyarakat setempat yang dipekerjakan untuk Coca-Cola Forest Bandung akan menjalankan seluruh kegiatan ini dan memastikan bahwa komitmen CCAI untuk berkontribusi dan memberdayakan masyarakat berjalan sesuai rencana.

"Pemerintah Kabupaten Sumedang mengapresiasi dan mendukung inisiatif pengembangan lingkungan dan masyarakat yang dilakukan oleh CCAI melalui peluncuran Coca-Cola Forest Bandung. Kami berharap agar kerjasama ini dapat berjalan dengan baik dan menjadi contoh bagaimana sektor swasta, pemerintah, dan masyarakat dapat bersatu dalam melindungi dan mengelola lingkungan hidup," ujar Sekretaris Daerah Sumedang, Zaenal Alimin.

Sejak mulai beroperasi di Indonesia hampir 24 tahun yang lalu, tumbuh bersama dengan masyarakat dan memberikan kontribusi untuk lingkungan selalu menjadi bagian penting dari bisnis CCAI. Upaya CCAI dalam menerapkan bisnis yang berkelanjutan terfokus pada empat pilar CSR yaitu lingkungan hidup (environment), lingkungan kerja (workplace), lingkungan pasar (marketplace), dan masyarakat (community) dimana CCAI beroperasi.

Di Jawa Barat, CCAI telah mendukung kegiatan masyarakat sekitar pabrik dan fasilitas CCAI melalui bantuan pendidikan, alokasi ratusan tempat sampah untuk membantu pengelolaan sampah pasca-konsumsi, dan promosi gaya hidup sehat dan aktif melalui berbagai kegiatan olahraga, termasuk program pelatihan sepakbola, Coke Kicks.