Program Sustainability Usaha KecilKU

Coca-Cola Amatil Indonesia Turut Berpartisipasi dalam Program Sustainability Usaha KecilKU

UKKU merupakan salah satu program sustainability yang dicanangkan oleh The World’s Most Valued Business Indonesia, bekerja sama dengan Yayasan Biji Sesawi dan juga dengan dukungan penuh dari beberapa anggota MVB Indonesia 2016, termasuk di antaranya adalah Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI), IKEA Indonesia, Sarung Gajah Duduk, Telkomsel, Unibis, BAGUS Group (Bagus dan Swallow), ANGGANA Group (Cap Dua Belibis dan Koepoe-Koepoe) dan Brother.

Melalui UKKU,  MVB Indonesia bersama para anggota MVB Indonesia 2016 menyediakan modal untuk 10 ibu rumah tangga yang dinilai hidup di bawah garis kemiskinan, namun mempunyai niat, tekad, dan kemauan untuk menjadikan hidupnya lebih baik. Untuk itu, MVB Indonesia menyediakan fasilitas dan bantuan modal berupa produk agar mereka dapat menjadi peritel usaha kecil.

“Keberagaman merupakan faktor signifikan dalam bisnis CCAI, kami percaya bahwa perempuan merupakan bagian penting dari kekuatan ekonomi global yang dinamis dan terus berkembang pesat. Pertumbuhan bisnis kami yang signifikan dihasilkan melalui usaha kecil independen, yang mana banyak dari usaha tersebut dimiliki dan dioperasikan oleh perempuan, sehingga kami percaya bahwa berinvestasi terhadap keberhasilan mereka juga merupakan investasi terhadap keberhasilan kami,” ujar Kristy Nelwan, Head of Corporate Communications, Coca-Cola Amatil Indonesia. “Coca-Cola Amatil Indonesia sangat bangga dapat berkolaborasi dengan korporasi lain yang memiliki kepedulian yang sama besarnya terhadap pemberdayaan perempuan melalui program sustainability UKKU,” lanjut Kristy.

Yayasan Biji Sesawi, salah satu yayasan lokal yang kesehariannya menjangkau dan menyediakan pelatihan untuk komunitas ibu-ibu rumah tangga yang kurang mampu; ikut membantu proses seleksi penerima manfaat agar tepat sasaran, sehingga kemudian dapat menjalankan usaha kecil sejenis warung untuk menjual barang-barang yang telah disediakan oleh para anggota MVB.

Jadi apa yang membuat program ini dapat dikatakan sebagai program sustainable atau berkelanjutan? Jawabannya sangat sederhana. Saat produk-produk yang didonasikan ini telah habis terjual dalam jangka waktu setidaknya tiga bulan, maka para pengusaha kecil ini akan mempunyai modal untuk membeli stok produk dari anggota MVB yang sebelumnya menyumbangkan produknya.

“Proses yang harus dijalani dalam program ini terdiri atas pelatihan sebelumnya serta monitoring. Dengan begitu, kami percaya usaha kecil ini dapat berjalan terus dan mungkin mempunyai kesempatan untuk berkembang, yang tentu pada akhirnya akan menguntungkan orang tersebut beserta keluarganya, juga perusahaan yang sebelumnya menyumbangkan produknya,” tutur Alistair Speirs, Chairman MVB Indonesia.

“Kami percaya bahwa dengan dukungan penuh dari semua anggota MVB, adanya pelatihan skill dari klien, pelatihan moral dan supervisi dari Yayasan Biji Sesawi, serta bantuan dari tim terkait, program ini dapat berjalan dengan baik. Dan mungkin dapat berkembang lagi dengan membantu lebih banyak orang lagi dengan proses yang sama,” Alistair Speirs menambahkan.

Sejak mulai beroperasi di Indonesia pada tahun 1992, tumbuh bersama dengan masyarakat dan memberikan kontribusi untuk lingkungan selalu menjadi bagian penting dari bisnis CCAI. Secara berkesinambungan CCAI menjalankan serangkaian program sustainability, baik secara independen dan melalui kolaborasi, dengan dipandu 4 pilar yaitu Marketplace, Workplace, Environment, dan Community. Di seluruh Indonesia, upaya menerapkan bisnis yang berkelanjutan diwujudkan dalam bentuk dukungan bagi masyarakat sekitar pabrik dan fasilitas CCAI melalui bantuan pendidikan, alokasi ratusan tempat sampah untuk membantu pengelolaan sampah pasca-konsumsi, promosi gaya hidup sehat dan aktif melalui berbagai kegiatan olahraga seperti Coke Kicks, dan partisipasi dalam pelestarian lingkungan melalui berbagai macam program seperti Coca-Cola Forest dan Bali Beach Clean Up.