Berpartisipasi dalam dialog untuk visi dunia bebas sampah

Amatil Indonesia terlibat dalam dialog berbagai pemangku kepentingan dalam mewujudkan visi dunia bebas sampah.

Amatil Indonesia terlibat dalam dialog berbagai pemangku kepentingan dalam mewujudkan visi dunia bebas sampah.
 
Permasalahan sampah bukanlah hal yang baru di Indonesia. Negara kita menghasilkan sekitar 6,8 juta ton sampah plastik per tahun, dengan angka yang tumbuh 5% setiap tahun *. Dengan kondisi ini, tentu dibutuhkan aksi lebih dari sekadar pengumpulan dan pembuangan sampah. Kita harus bergerak menuju pengelolaan limbah yang lebih berkelanjutan mencakup pengolahan, daur ulang, dan transformasi limbah menjadi energi.
 
Salah satu langkah penting dalam proses ini adalah keterlibatan pemangku kepentingan terkait. Karenanya, pada Oktober ini, Amatil Indonesia terlibat dalam beberapa diskusi bersama perwakilan pemerintah, industri, masyarakat sipil serta akademisi dalam sesi webinar yang membahas tantangan dan berbagi beberapa praktik terbaik di bidang pengelolaan limbah.
 
Trash Talk, 8 Oktober
‚ÄčKita ambil bagian dalam webinar “Trash Talk” yang diselenggarakan oleh Zero Waste Living Lab Indonesia, dengan tujuan untuk mengeksplorasi inovasi yang dilakukan oleh perusahaan, pemerintah, dan masyarakat sipil dalam memerangi dampak negatif sampah plastik terhadap lingkungan kita. Bertajuk “Solusi Reuse Dalam Perspektif Bisnis dan Kebijakan Pemerintah“, kita berbagi solusi pengelolaan sampah yang dijalankan pihak-pihak terlibat, dengan fokus pada aspek reuse (penggunaan kembali). Amatil Indonesia menjelaskan solusi yang kita jalankan dari hulu ke hilir, mencakup upaya reduce hingga recycling.
 
Citarum Repair, 22 Oktober
‚ÄčKami berbagi inisiatif untuk membersihkan dan menjaga kebersihan sungai pada webinar yang diselenggarakan oleh Greeneration Foundation bertajuk: “Perspektif Pemangku Kepentingan Mengenai Kondisi Sungai Citarum”. Kita tahu bahwa Sungai Citarum dikenal sebagai "sungai paling tercemar di dunia". Melalui sesi ini kita berbagi pengetahuan dengan peserta sudut pandang aktivis lingkungan, masyarakat dan perwakilan pemerintah, khususnya terkait kondisi geografis, kondisi lingkungan, dan kondisi sosial ekonomi. Harapannya agar tujuan untuk mencapai Citarum bersih dengan ekosistem yang sehat dapat terwujud, di mana masyarakat dapat menggunakan jasa ekosistem Sungai Citarum secara berkelanjutan.
 
"Kami tahu bahwa masih banyak tugas yang harus dilakukan dan kami berkomitmen untuk meneruskan kemajuan. Kita harus bersatu dan bergerak bersama untuk menyelesaikan masalah paling mendesak yang kita hadapi yakni sampah plastik." - Ardhina Zaiza, Sustainability Manager Coca-Cola Amatil Indonesia
 
#WeAreCCAI